Pina Indonesia

Keuangan Menurun, Tabungan Jangan Sampai Turun, Ini Caranya!

Ketika kondisi keuangan menurun, makin banyak yang merasa kesulitan untuk menabung. Padahal, ada, kok, cara bijak mengatur uang ketika bujet bulanan sedang menipis supaya kamu tetap bisa menabung.

Keuangan Menurun, Tabungan Jangan Sampai Turun, Ini Caranya!

Yes, It’s a tough time. Munculnya pandemi COVID-19 bukan hanya memengaruhi kesehatan kita, tapi juga membuat banyak bisnis mengalami penurunan. Dampaknya, banyak orang yang mengalami penurunan pendapatan. Seperti yang dialami oleh seorang teman, Poppy (31), sales manager di sebuah perusahaan retail. Selama masa pandemi ini, omset perusahaannya menurun cukup drastis sehingga keuntungan mereka juga tidak stabil.

Imbasnya, perusahaan terpaksa memangkas gaji Poppy hingga 50%. “Masalahnya, biaya pengeluarannya masih tetap 100%, nih. Pusing, deh. Apa bisa tetap nabung kalau begini?” curhat Poppy.

Di tengah kondisi ini, menabung mungkin menjadi hal paling bawah dalam prioritas bujetnya per bulan. Yah, Poppy, jangan nyerah dulu! Dalam kondisi seperti ini, menurut PINA, kamu bisa, nih, menerapkan salah satu cara bijak mengatur uang, yaitu focus on what you can do, not what you can’t.

PINA ingatkan, nih, menabung bukan hanya tentang berapa jumlah uang yang disisihkan, lebih dari itu adalah bagaimana memulai sebuah kebiasaan. Kamu mungkin belum bisa menabung hingga Rp100 juta tahun ini, tapi tetap ada, tuh, kemungkinan menyisihkan Rp5 juta atau Rp10 juta per tahun.

Artinya, meskipun kondisi keuangan pribadi sedang menurun, bukan berarti kamu tidak dapat berhemat. Beberapa pos pengeluaran mungkin perlu diturunkan, apalagi yang masih bisa ditunda, seperti beli baju dan sepatu baru, bujet makan di resto. Namun, menabung tetap tidak boleh dilewatkan. Biar bagaimanapun, kamu perlu berjaga-jaga menghadapi kondisi perekonomian yang masih tidak menentu ke depannya. Sulit? Coba, deh, cara menabung ketika keuangan sedang menipis banget berikut ini.

Tidak ada jumlah yang terlalu sedikit 

Coba cek bujet kamu bulan ini, ada berapa jumlah uang yang sekiranya bisa disimpan? Nah, berapa pun jumlahnya, langsung ditabung. Sebaiknya, menabung minimal 10% dari pendapatan bulanan. Contoh, jika pendapatan bulanan Rp5 juta, jumlah yang ditabung adalah Rp500 ribu.

Namun, kalau saat ini kamu hanya sanggup menyisihkan 2%, tetap tabung sejumlah yang ada. Kemudian, secara bertahap, tingkatkan persentase minimal tabungan tadi. Misal, bulan depan menjadi 4%, bulan berikutnya 5%, dan seterusnya sampai target persentase tabungan tercapai. Yang penting, nih, adalah membiasakan diri dan jangan sampai tidak menabung.

Plus, saran PINA, kurangi juga kebiasaan belanja “kecil-kecilan”. Seperti, menghabiskan Rp50 ribu untuk membeli kopi kekinian, Rp70 ribu untuk fast food sekali makan, dan lainnya. Ganti dengan pembelian yang lebih terjangkau untuk kamu. Mungkin, uang yang dikeluarkan tampak receh. Cuma, begitu dijumlahkan setelah sebulan, pasti cukup jadi modal tabungan. Yuk, lebih bijak mengatur keuangan kamu.

Baca juga: Siapa Bilang Menabung Itu Sulit? Berikut Langkah Mudahnya

Catat pengeluaran sekecil apa pun

Di tengah kondisi keuangan yang sedang menurun, mengubah gaya hidup adalah salah satu cara untuk menjaga kestabilan bujet yang ada. Apakah kamu sering mengeluarkan Rp100 ribu sekali makan? Mending, potong pengeluaran tersebut dengan memasak sendiri makananmu.

Selain itu, cancel alias berhenti dulu berlangganan layanan streaming film atau musik yang jarang kamu nikmati. Sebagai gantinya, kamu bisa gunakan layanan streaming yang gratis (meski harus sering-sering terpotong iklan, sih! Well, no pain, no gain.). Masih punya membership gym yang sudah tidak pernah kamu gunakan? Hentikan dulu keanggotaan tersebut. Banyak cara untuk berolahraga tanpa perlu pergi ke gym, kok.

Jangan lupa menulis segala pengeluaran sekecil apa pun. Dengan melihat daftar pengeluaran tersebut, bisa diketahui mana yang dapat jadi prioritas pembelian dan mana pembelanjaan yang dapat dihilangkan dulu selama “krisis” ini.

Lunasi dan hindari utang

Punya utang sering juga jadi alasan seseorang untuk tidak menabung. Oleh karena itu, prioritaskan untuk membayar lunas dulu utang yang masih ada. Misalnya, utang kartu kredit atau pinjaman lain. Terus, kalau utang telah selesai dibayar, jangan berutang lagi, ya. Ini cara bijak untuk mengatur keuangan kamu saat ini.

Memang, tidak semua utang bisa langsung dibayar dalam waktu singkat. Sekiranya ada utang yang masih perlu dicicil sampai beberapa waktu ke depan, coba datangi pihak pemberi utang untuk menanyakan kemungkinan keringanan pembayarannya--mengurangi jumlah bunga, misalnya. Sehingga, selama membayar utang, kamu masih memiliki sisa bujet untuk ditabung.

Baca juga: Bukan Mimpi Belaka, Kamu Bisa Melunasi Utang Kamu! Ini Caranya

Hanya belanja kebutuhan esensial

Kuatkan tekad untuk tidak berbelanja apa pun kecuali kebutuhan hidup yang pokok dan rutin dalam satu bulan. Caranya tidak sulit, kok, cukup kenali perbedaan antara yang kamu butuhkan dan inginkan. Ada sale tanggal cantik di marketplace favorit kamu? Sebelum check out, pikirkan lagi apakah barang yang mau kamu beli memang dibutuhkan saat itu atau sekadar “mumpung lagi sale”? Kalau pilihannya yang kedua, tahan diri untuk tidak membelinya dulu dan baru beli kalau memang lagi kamu butuhkan banget. Kamu pasti takjub setelah satu bulan melihat jumlah uang yang tidak dibelanjakan dan bisa ditabung.

Kamu juga bakal terbiasa untuk tidak sembarangan mengeluarkan uang pada hal-hal yang tidak kamu butuhkan. Akhirnya, terbiasa berhemat dan dapat menabung meskipun kondisi keuangan sedang lemah.

Cari deals terbaik

Berbelanja online sudah jadi hal biasa sepanjang pandemi ini. Untungnya lagi, banyak promosi-promosi pembelanjaan online yang menawarkan potongan harga atau paket menarik dengan harga terjangkau. Coba lebih jeli lagi mencari promosi atau diskon apa saja yang bisa digunakan ketika berbelanja online--tentunya, hanya belanja yang sedang dibutuhkan.

Bahkan, memanfaatkan promo bebas ongkos kirim juga termasuk berhemat, loh. Mungkin, jumlahnya terlihat tidak seberapa untuk sekali kirim. Namun, kalau sering dilakukan, totalnya pasti cukup jadi modal menabung. Contoh lain, ketika membeli makanan secara delivery, cari dan manfaatkan voucher atau rewards yang ada untuk mendapat potongan harga. Tidak perlu gengsi karena saat ini dibutuhkan kecerdikan untuk bertahan hidup.

Hidup dengan bujet ketat awalnya memang sulit, tapi tidak akan selamanya kamu rasakan kalau akhirnya terbiasa. Biasakan menjalankan cara bijak mengatur uang yang telah disebutkan di atas. Ingat, aja, nih, setiap rupiah yang kamu simpan, dengan memasak makanan sendiri atau tidak beli baju baru dulu, it is a gift to the future you!

Pina

Pina

Content Writer Team

Pina Indonesia