Yuk, Diskusikan 3 Hal Keuangan Ini sebagai Persiapan Sebelum Menikah!

Agar pernikahan langgeng, persiapan sebelum menikah haruslah matang. Apalagi, jika membahas tentang keuangan. Jadi, yuk, diskusikan tiga hal ini terlebih dahulu!

Menikah mungkin jadi impian bagi hampir semua orang. Namun, kebanyakan dari mereka takut untuk menikah karena merasa enggak siap. Kalau kamu adalah salah satunya, enggak perlu khawatir. Kamu hanya perlu melakukan persiapan sebelum menikah sematang mungkin.

Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebelum menikah, terutama dalam hal pengelolaan keuangan. Memang, apa saja persiapan dan diskusi sebelum menikah yang harus dilakukan?

Diskusi Keuangan dengan Pasangan

Diskusi sebelum menikah yang wajib kamu lakukan bersama pasangan adalah terkait kondisi finansial. Masing-masing pihak harus terbuka dengan kondisi keuangan serta kemampuan untuk menyelenggarakan pernikahan.

Diskusi sebelum menikah terkait keuangan juga mencakup pembagian tanggung jawab saat sudah sah menjadi suami istri. Siapa yang akan bekerja dan bertanggung jawab terhadap keuangan keluarga, hal tersebut perlu kamu setujui bersama dengan pasangan.

  1. Persiapan Biaya Resepsi

Sebagian besar orang punya keinginan untuk menikah, tapi merasa enggak siap dengan keuangan dan tabungannya untuk menggelar resepsi. Apalagi, di zaman sekarang resepsi pernikahan seolah jadi hal sakral yang harus dirayakan dengan mewah dan meriah.

Sobat PINA, perlu kamu sadari kalau pernikahan enggak harus selalu mewah. Resepsi yang dihadiri oleh orang terdekat membuat acara terasa jauh lebih intimate. Namun, enggak dimungkiri kalau kamu harus mendiskusikan persoalan resepsi dengan pasangan dan keluarga. Yang pasti, nikah sederhana bukan berarti pernikahan kamu tidak berkesan lho ya. Percayalah!

Jujurlah dengan pasangan berapa jumlah tabungan yang sudah dimiliki saat ini. Kalau memang tabungan enggak cukup untuk menggelar resepsi mewah, yang sederhana dan intimate pun enggak masalah. 

Jangan paksakan diri menggelar resepsi mewah hanya demi status sosial atau pengakuan dari masyarakat. Hal terpenting adalah kamu melaksanakan akad nikah dan meresmikan hubungan dengan pasangan agar sah di mata hukum serta agama.

  1. Keadaan Keuangan Saat Ini

Diskusi sebelum menikah yang perlu kamu lakukan dengan pasangan adalah terkait keadaan keuangan saat ini. Diskusi ini enggak hanya tentang persiapan sebelum menikah, ya, misalnya sewa gedung, pesan baju pengantin, atau menghitung katering.

Namun, diskusi juga perlu mencakup perihal kondisi keuangan masing-masing, seperti aset yang dimiliki, tabungan, investasi, hingga utang dan tanggungan yang harus dibiayai, misalnya adik atau orang tua.

Kamu harus jujur dan terbuka dengan pasangan mengenai kondisi keuangan, bukan hanya harta kekayaan tapi juga utang dan tanggungan. Tujuannya agar masing-masing saling tahu kondisi keuangan dan mencegah masalah finansial di kemudian hari.

Jangan pernah berbohong kepada pasangan terkait kondisi keuanganmu. Lebih baik kamu jujur dan terbuka sejak awal agar kehidupan rumah tangga enggak terbebani masalah utang atau cicilan.

Kamu juga perlu diskusi bagaimana cara mengelola keuangan bersama jika kamu masih punya tanggungan pribadi.

  1. Pembagian Tanggung Jawab dalam Rumah Tangga Nanti

Setelah saling mengetahui kondisi keuangan masing-masing, kini saatnya Sobat PINA dan pasangan mendiskusikan tanggung jawab dalam rumah tangga. Pembagian tanggung jawab ini lebih ke arah finansial keluarga. 

Ada beberapa cara yang bisa Sobat PINA pakai dalam mengelola keuangan. Misalnya, suami mencari nafkah, sedangkan istri menjadi pengelola keuangan keluarga. Atau jika sama-sama bekerja, kalian bisa berbagi tanggung jawab pembayaran kebutuhan rumah tangga.

Katakanlah Sobat PINA dan pasangan sama-sama bekerja, maka kalian harus memutuskan apakah rekening tetap masing-masing atau jadi satu.

Lalu, perlu ditentukan juga siapa yang bertanggung jawab membayar listrik, air, internet, kebutuhan dapur, hingga transportasi, kesehatan, dan uang keamanan.

Persiapan Sebelum Menikah: Buat Perjanjian Pranikah

Persiapan sebelum menikah yang mungkin perlu kamu buat bersama pasangan adalah perjanjian pranikah. Perjanjian pranikah dibuat dengan tujuan untuk mengatur akibat-akibat perkawinan terhadap kekayaan masing-masing pihak.

Buat yang belum tahu, perjanjian pranikah mencakup persiapan sebelum menikah yang perlu kamu dan pasangan sepakati demi kehidupan yang tenteram di masa depan.

Perjanjian ini menjadi langkah antisipasi. Jadi, jika ada hal buruk terjadi pada rumah tangga Sobat PINA, kamu masih bisa melindungi harta kekayaan pribadi.

Di Indonesia, ada Pasal 35 Undang Undang Perkawinan yang menyatakan kalau harta benda yang diperoleh setelah pernikahan akan menjadi harta bersama. Namun, dengan adanya perjanjian pranikah, Sobat PINA dan pasangan enggak memiliki keharusan untuk berbagi harta bersama yang didapat setelah pernikahan.

Perjanjian sebelum menikah ini dibuat dan disepakati oleh kedua belah pihak jika kondisinya salah satu punya harta kekayaan yang lebih besar atau keduanya memiliki penghasilan sama besar. 

Kesepakatan pranikah pun bisa dibuat jika masing-masing pihak punya usaha sendiri dengan tujuan melindungi bisnis dari kepailitan. Sobat PINA pun dapat membuat perjanjian pranikah jika salah satu atau kedua pihak punya utang sebelum menikah dan ingin melunasinya sendiri.

Lakukan Konsultasi Keuangan

Biar enggak bingung dengan persiapan sebelum menikah yang menyangkut keuangan, kamu bisa konsultasi dengan pihak profesional. Kamu dapat menanyakan beberapa pertanyaan berikut untuk merencanakan keuangan sebelum dan setelah menikah nanti.

  1. Cara Menentukan Tujuan Keuangan 

Setelah menikah, Sobat PINA dan pasangan mungkin akan punya tujuan keuangan bersama. Misalnya, mulai membeli aset bersama seperti KPR untuk rumah tinggal, kendaraan keluarga, hingga rencana punya anak berapa.

Kamu juga pasti akan punya tujuan bersama, yakni pendidikan anak, biaya untuk liburan keluarga, asuransi kesehatan, hingga mungkin membeli aset untuk usaha.

Biar enggak bingung sendiri gimana mengatur dan merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan, kamu bisa konsultasi ke pihak profesional. Konsultasi dengan profesional akan membantumu memilah mana tujuan keuangan yang bisa diprioritaskan atau ditunda. Kalau tujuan keuanganmu adalah hal mendesak, maka bisa menjadi prioritas. Di sisi lain, jika tujuan itu tidak terlalu urgent, maka bisa ditunda.

  1. Cara Mencapai Tujuan Keuangan

Setelah tadi memetakan apa saja yang akan jadi tujuan keuangan bersama pasangan, kini saatnya membahas cara mencapainya. Diskusikan dan konsultasikan dengan pihak ahli keuangan mengenai cara mencapai tujuan keuangan yang tadi sudah direncanakan.

Misalnya, untuk mencapai tujuan punya hunian pribadi dengan sistem KPR, kamu perlu menghitung apakah butuh tambahan income untuk membayar cicilan. Begitu pun dengan tujuan lain, misalnya liburan atau punya bisnis. 

Selain dengan menambah income, ada pula opsi investasi untuk mencapai tujuan keuangan. Investasi bisa berupa reksa dana, emas, deposito, saham, maupun yang lain. Instrumen yang dipilih dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan.

Untuk tujuan keuangan yang ingin segera dicapai, Sobat PINA bisa pilih instrumen reksa dana pasar uang maupun deposito. Sementara untuk tujuan keuangan yang masih jangka panjang, bisa pilih investasi saham dan emas.

 

Ada banyak persiapan sebelum menikah yang perlu kamu lakukan dan diskusikan dengan pasangan. Mulai dari menghitung perkiraan biaya resepsi, menceritakan kondisi keuangan saat ini, dan membagi tanggung jawab pasca menikah.

Selain itu, Sobat PINA bisa mempertimbangkan membuat perjanjian pranikah untuk melindungi harga dan aset pribadi jika saja ada hal buruk terjadi pada pernikahan. Perjanjian pranikah juga membebaskanmu dari utang pasangan, serta bertanggung jawab hanya pada utang pribadi.

Mengingat ada beragam diskusi sebelum menikah, kamu bisa konsultasi ke tim PINA Goal Planner biar enggak bingung. PINA Goal Planner adalah tim yang terdiri dari ahli profesional di bidang keuangan. Kamu bisa konsultasi keuangan gratis dengan tim PINA Goal Planner di sini. Rencanakan keuanganmu bersama PINA Goal Planner sebelum menikah, ya!

Pina

Pina

Content Writer Team