Ternyata Reksadana Pasar Uang Lebih Menguntungkan Daripada Deposito & Tabungan Bank

"Ngumpulin uang setengah mati pas Cek rekening saldonya malah berkurang" Kita semua mungkin pernah merasakan dalamnya makna dari quote ini.

Ga semua sobat PINA tahu kalau menabung di Bank jumlahnya bisa berkurang karena memang ada biaya administrasi yang dibebankan oleh pihak Bank. Walaupun juga ada bunga tabungan yang bisa didapat, tapi nilainya pun sangat kecil.

Tapi, ga semua sobat PINA juga tahu kalau menabung menggunakan instrumen investasi semudah menabung dengan celengan ayam atau celengan babi. Karena biasanya akan bingung saat mau memulai berinvestasi.

Masalah paling umum dan sangat mendasar adalah karena banyak sobat PINA yang belum punya pengetahuan dan pengalaman dibidang investasi. Biasanya malah bikin kamu takut untuk memulai investasi, karena tidak tahu apa manfaatnya, resikonya dan juga pilihannya? 

Nah, untuk menambah info seputar pilihan investasi yang cocok untuk menabung, PINA coba mulai bahas dari Reksadana Pasar Uang.

Apa itu Reksadana Pasar Uang?

Reksadana Pasar Uang (RDPU) adalah jenis investasi reksadana yang mengalokasikan modal di Tabungan Berjangka (term deposit) dan Surat Hutang Negara/Perusahaan (Obligasi) dengan waktu kepemilikan di bawah 1 tahun.

Modal investasi yang masuk ke Reksadana Pasar Uang (RDPU) akan dikelola oleh pihak yang kompeten, yaitu Manajer Investasi (MI). Bukan sembarang Manajer Investasi, karena mereka sudah berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi uang atau modal investasi kita pastinya aman dan justru bisa berkembang. Para MI inilah yang berperan untuk mengelola dana investasi agar nilainya terus berkembang.

4 Kelebihan Reksadana Pasar Uang

Jadi sudah tahu apa itu RDPU? Supaya lebih jelas lagi, lanjut bahas kelebihan Reksadana Pasar Uang dibanding Deposito dan Tabungan baisa.

  1. Bunga RDPU lebih besar dari Inflasi
    Tahukah kamu tingkat rata-rata inflasi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir mencapai 4,12%? Sedangkan bunga yang ditawarkan reksadana pasar uang bisa mencapai 4,77% per tahun.
  2. Jelas lebih untung dibanding Deposito dan Tabungan
    Jika dibandingkan, bunga deposito hanya 2% per tahun sedangkan bunga tabungan di bank tidak sampai 1% per tahun. Sudah pasti bunga RDPU jauh lebih tinggi, mencapai 4,77% per tahun.bunga reksadana pasar uang
  3. Investasi murah dan bebas pajak
    Biaya investasinya murah karena tidak dikenakan investor tidak dikenakan pajak dan bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp 10.000 saja! Sedangkan untuk mulai berinvestasi di deposito bank membutuhkan modal awal sebesar Rp 1.000.000.
  4. Mudah berinvestasi dan bisa dicairkan kapan saja
    Reksadana pasar uang termasuk jenis investasi yang mudah dilakukan cukup menggunakan aplikasi investasi seperti PINA, kamu sudah bisa berinvestasi di reksadana pasar uang.Uang yang diinvestasikan juga ditarik kapan saja, jadi uangmu lebih liquid. Dibandingkan jika disimpan menggunakan deposito bank yang memiliki ketentuan penyimpanan dalam waktu tertentu, seperti 3, 6, 9, 12, hingga 24 bulan dan apabila ditarik sebelum waktu yang ditentukan, bisa dikenakan penalti sebesar 0.5%-3%

Namanya produk keuangan pasti ada kurang-lebihnya, belum lagi jenisnya yang bermacam-macam. Tapi, tahukah kamu kalau reksadana pasar uang memiliki 2 jenis berbeda?

Apa Bedanya Reksadana Pasar Uang Konvensional dan Syariah?

Sederhananya, instrumen yang dialokasikan dalam portofolio akan menentukan jenis reksadana. Apakah termasuk konvensional atau syariah, PINA coba tambahkan sedikit informasi perbedaan RDPU konvensional vs RDPU syariah.

  1. RDPU Konvensional
    Menggunakan instrumen deposito dari Bank Umum/Bank Pembangunan Daerah dan surat hutangnya bernama Obligasi.
  2. RDPU Syariah
    Menggunakan instrumen deposito dari Bank Umum/Bank Pembangunan Daerah Syariah dan surat hutangnya bernama Sukuk. Selain itu, untuk produk keuangan syariah juga diawasi oleh Dewan Syariah Nasional MUI.

Terus Bagaimana Cara Memilih Reksadana Pasar Uang?

Sama seperti Saham, Reksadana juga banyak macamnya karena memang banyak juga Manajer Investasi yang menyediakan produk reksadana dengan berbagai varian instrumen investasi.

Jadi tidak semua reksadana pasti perform dan memberikan keuntungan, ada juga yang hanya bisa memberikan bunga investasi rendah.

Tapi tenang saja, sobat PINA bisa coba tips cara memilih reksadana pasar uang berikut ini:

  1. Manajer Investasi belum/tidak pernah terkena masalah hukum.
  2. Return Reksa Dana Pasar Uang secara historikal lebih besar dari tingkat rata-rata inflasi dalam 10 tahun terakhir. Rata-rata inflasi saat ini di Indonesia sekitar 4,12%.
  3. Pelajari Fund Fact Sheet-nya, RDPU yang bagus mampu mengalahkan nilai acuannya.
  4. Selain nilai acuannya, lihat juga alokasi efek terbesar yang tertera di Fund Fact Sheet. Jika lebih banyak surat utang negara/perusahaan, maka risiko dan keuntungannya juga lebih besar.
  5. Cari juga yang minimum investasi mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 100.000

Tidak terasa pembahasannya sudah banyak sekali, mulai dari defisini reksadana pasar uang, jenis-jenisnya hingga cara memilih RDPU yang bagus untuk berinvestasi.

Tapi, kira-kira tabungan investasi seperti apa yang cocok menggunakan RDPU ya?

Karena investasi yang baik itu adalah investasi yang memiliki tujuan keuangan tertentu, misalnya untuk Dana Pensiun, Dana Pendidikan atau untuk Dana Darurat.

mulai investasi di pina

Reksadana Pasar Uang Pilihan Tepat Untuk Tabungan Dana Darurat

Sebelum dibahas lebih lanjut, perlu dipahami dulu bahwa dana darurat merupakan dana atau tabungan yang disimpan untuk mengantisipasi keadaan darurat. Tapi keadaan darurat yang dimaksud tidak terbatas pada kondisi kesehatan, bisa juga kondisi akibat PHK, terjadinya Pandemi hingga kebutuhan mendesak yang dialami keluarga atau orang terdekat.

Ada 3 faktor yang membuat RDPU cocok sebagai tabungan investasi untuk dana darurat adalah:

  1. Proses pencairan yang mudah dan cepat, jadi bisa segera digunakan apabila ada kejadian darurat.
  2. Bunga yang didapat lebih tinggi dari inflasi. Dengan begitu, nilai tabungan kita tidak akan tergerus oleh inflasi.
  3. Resiko lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis reksadana lain.

Sebenarnya, reksdana pasar uang juga bisa digunakan untuk tujuan keuangan lain seperti tabungan untuk renovasi rumah, dana pendidikan hingga modal nikah.

Dengan reksadana pasar uang, sobat PINA bisa menjaga nilai tabungan yang disimpan dengan lebih aman. Walaupun rendah resiko, tapi reksadana pasar uang juga menawarkan bunga yang jauh lebih tinggi daripada deposito di bank.

Jadi untuk sobat PINA yang tertarik berinvestasi menggunakan reksadana pasar uang, kamu bisa mulai berinvestasi di aplikasi PINA.

PINA menawarkan berbagai produk reksadana pasar uang yang sudah dikurasi oleh tim analis PINA, sehingga produk reksadana yang disediakan merupakan pilihan terbaik bagi sobat PINA.

beli reksadana pasar uang

Selain bisa mulai berinvestasi di reksadana, sobat PINA juga berkesempatan mendapat Cashback menarik dari PINA. Setidaknya ada 2 promo menarik yang sedang berlangsung.

  1. First Time Investor
    Khusus buat sobat PINA yang belum mulai berinvestasi, segera topup dan berinvestasi di reksdana pasar uang senilai Rp 1.000.000. Kamu berkesempatan mendapat Cashback Rp 250.000 dari PINA.
  2. PINA Goal Promo
    Apapun tujuan keuangan kamu, capai dengan PINA Goal dan dapatkan Cashback 5% (maks. Rp 10.000.000) hanya dengan rutin investasi setiap bulan selama 1 tahun.

*Disclaimer: data yang disajikan adalah data historis, bukan ajak membeli atau menjual. Kinerja masa lalu tidak dapat mencerminkan kinerja masa mendatang. Investor wajib melakukan analisa secara mandiri, risiko dan keuntungan ditanggung oleh investor

Pina

Pina

Content Writer Team